Kamis, 13 Oktober 2011

“Dinda…… Aku mau cerita sama kamu..”
“cerita apa ran ? “
“hmmm… aku, aku, aku su…ka….”
“kamu suka sama siapa ? ayo-ayo.. cerita” (penasaran)
“hmmm aku suka sama Dion din..”
“hah ? dion ? kamu yakin ? kamu gak salah orang kan ? dia kan perfectsionis banget.. kamu yakin ?”
“iya di, aku yakin.. aku suka sama diy, gimanapun diy tapi buat aku dia itu special banget.”
“hmm okeh deh,, aku dukung kamu kok..”
“hmm,,, jangan bilang siapa-siapa ya din,, cuma kamu yang tau.”
“sip”
Hampir dua bulan Dinda selalu mendengarkan cerita Rani tentang hubungannya yang semakin dekat dengan Dion. Dinda pun sebenarnya dekat juga dengan Dion, karena memang Dinda anak yang supel sehingga dia punya banyak teman baik cewek maupun cowok. Namun Rani hanya bias mengagumi Dion karena dia ngga berani mengungkapkan perasaannya ke Dion.
Selain dekat dengan Rani, Dinda juga mempunyai dua sahabat lainnya yaitu Ellyn dan Sita.. Tetapi mereka berempat tidak ddekat, hanya Dinda yang dekat dengan Rani,Ellyin,dan Sita. Suatu ketika Dinda melihat Ellyn yang terlihat bahagia sekali setelah pergi beramai ramai dengan Dion, karena penasaran dengan apa yang terjadi pada Ellyn, Dinda pun mencoba mencari tahu.
“hei, lyn… kayaknya kamu lagi seneng banget nih,, ada apa si ? cerita dong,,”
“iyah ni din, aku lagi seneng banget, kamu tau, tadi aku pulang dianter sam Dion,, aku seneng banget din bias berdua sama dia.”
“waw ? kok bisa ? jangan-jangan kamu suka yah sama dia ?”
“ah, kamu,, engga kok, aku seneng aja bisa ngobrol berdua sama Dion”
“kok senengnya sampesegitunya si ? kamu suka ya sama Dion,, ayo ngaku !” (sambil mencubit lengan Ellyn)
“ah,, Dinda apaan si.. engga kok Din,,” (senyum-senyum malu)
“uda,, ngaku aja, sama aku ini.”
“hmmm sebenernya iya sih, aku tuh uda suka lama sama Dion, gk tau kenapa Dion itu keren banget dimata aku.”
“tuh kan.. tebakan aku bener, kamu suka dia.”
“iya Din, tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya.”
“ok.. siap boz.”
Sebenarnya Dian sangat kaget dengan pengakuan Ellyn tadi. Ternyata dua sahabatnya menyukai orang yang sama. Dion. Ya, dua sahabatnya menyukai Dion, cowok yang juga dekat dengan Dinda. Dion memang anak yang ramah, baik, pengertian, bertanggung jawab, supel, tapi Dion juga anak yang jail, iseng, dan perfectsionis. Pantas saja kedua sahabatnya itu menyukai Dion. Dinda pun merasa nyaman jika bersama Dion, karena Dion partner yang enak untuk diskusi atau kelompok. Tapi Dinda benci satu sifat Dion, yaitu Perfectsionis. Semua yang dilakukan Dion harus sempurna, terkadang dia tidak memikirkan orang lain yang penting itu sempurn menurutnya. Tetapi di luar itu, Dion memang cowok yang pantas untuk disukai banyak cewek.
Suatu ketika Dinda sempat berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menyukai Dion. Tapi kedekatannya dengan Dion membuat Dinda terkadang merasa berbeda. Tapi Dion hanya menganggap Dinda sebagai sahabat baiknya, tidak lebih. Bahkan Dion suka bercerita mengenai cewek yang disukainya kepada Dinda. Dinda pun sebagai sahabat yang baik selalu mendengarkan cerita Dion, walaupun terkadang Dinda merasa cemburu, tapi Dion tidak mengetahuinya. Dinda juga selalu mebuang jauh-jauh perasaan yang muncl kepa Dion, setiap ada tunas yang muncul dia selalu memangkasnya sampai akhirnya tunas itu itu tumbuh begitu kuat sampai tidak bias dipangkas lagi. Namun Dinda hanya menyimpannya di dalam hatinya saja.
Cewek yang disukai Dion, tak lain dan tak bukan adala Sita, sahabat Dinda sendiri. Betapa hancur hati Dinda ketika mendengar curahan hati Dion, namun Dinda hanya bisa memendam rasa sakit itu dihatinya. Sebagai sahabat yang baik, Dinda selalu mendukung apa yang dilakukan sahabatnya, walaupun itu menyakitkan untuknya. Dinda selalu mendengarkan cerita Dion tentang Sita, bahkan Dinda selalu mendekatkan Dion dan Sita. Sebenarnya Dinda merasa menjadi cewek yang sangat munafik, dia selalu berkata tidak akan menyukai Dion, karena mereka sahabat namun ternyata hatinya berkata lain, dia menyukai Dion dan rasa suka itu harus dia pendam dihatinya. Dion berencana untuk mengungkapkan perasaannya kepada Sita, dan Dinda pun mendukung apa yang akan dilakukan Dion itu, walau hatinya begitu sakit, tapi yang terpenting bagi Dinda adalah kebahagiaan sahabat-sahabatnya. Dinda juga sebenarnya sudah mengetahui bahwa Sita juga menyukai Dion. Dinda selalu mendukung apa yang dilakukan sahabat-sahabatnya itu.
Suatu sore diruamh Dinda sedang berbincang-bincang dengan Sita
“dinda….. kamu tau, Dion semalem ke rumahku.”
“iya aku tau, Dion memberitahuku rencana itu.”
“jadi Dion sudah menceritakan semuanya ke kamu ?”
“engga. Dia Cuma bilang mau ke kamu kemarin malem,hehhe”
“Din,, kamu tau, semalem Dion ngungkapin perasaannnya ke aku, aku seneng banget. Kamu tau kan kalau aku suka Dion..”
“wahh,,, akhirnya dia ngungkapin juga… terus kamu bilanga apa ?”
“aku bilang aku juga suka sama dia.. heheh”
“wah,,, ada yang jadian nih,,, aahhaha”
“ahha,, apaan sih kamu Din.”
“waaah,, makan-makan yah jangan lupa!
“minta aja sam Dion ”
“ok deh ntar aku yang minta, ahhah”
“Din,, makasih yah kamu selalu ngedukung apa yang aku lakuin, kamu emang shabaat aku yang paling baik.”
“iya , sama-sama. Kita kan best friend . ahah”
“iya din.”
Dinda hanya bisa tersenyum mendengar kabar mengenai Dion dan Sita. Dinda yakin mereka berdua memang pasangan yang cocok dan Dinda jga yakin nantinya mereka bisa menjadi pasangan yang bahagia. Dinda pun terus melanjutkan hidupnya hingga dia berteu dengan pengganti Dion. Rani dan Ellyn juga akhirnya mundur dan membiarkan Dion bahagia bersana Sita, walaupun itu juga menyakitkan buat mereka, tapi itulah hidup, kita harus berani menentukan sebuah pilihan :D, bgitu juga Dion yang akhirnya memilih Sita.
Betapa indahnya persahabatan jika dilandasi dengan rasa kasih sayang yang tulus. Sahabat yang baik adalah sahabat yang bisa selalu mengerti sahabatnya, dan selau memberikan dukungan apa yang dilakukan sahabatnya jika memang dia tahu itu yang terbaik untuk sahabatnya.
#aku pengen bisa jadi sahabat yang baik :)
semoga aku bisa! -ga ada hubungannya sama novelnya,, ahhaha-





0 komentar:
Posting Komentar