Jumat, 14 Oktober 2011
ya Allah yang aku lakuin bner gak sih ? dg kabar yang aku dapet ? itu kabar baik atau kabar buruk ? :o
beri aku kejelasan ya rabb :l
galau,, aahahahahah
tapi jngan buat aku merasakan sakit itu lagi, yakinkan aku kalau harapan itu benar, dan yakinkan aku juga kalau itu salah untuk segara memangkas harapan itu .
Kamis, 13 Oktober 2011

“Dinda…… Aku mau cerita sama kamu..”
“cerita apa ran ? “
“hmmm… aku, aku, aku su…ka….”
“kamu suka sama siapa ? ayo-ayo.. cerita” (penasaran)
“hmmm aku suka sama Dion din..”
“hah ? dion ? kamu yakin ? kamu gak salah orang kan ? dia kan perfectsionis banget.. kamu yakin ?”
“iya di, aku yakin.. aku suka sama diy, gimanapun diy tapi buat aku dia itu special banget.”
“hmm okeh deh,, aku dukung kamu kok..”
“hmm,,, jangan bilang siapa-siapa ya din,, cuma kamu yang tau.”
“sip”
Hampir dua bulan Dinda selalu mendengarkan cerita Rani tentang hubungannya yang semakin dekat dengan Dion. Dinda pun sebenarnya dekat juga dengan Dion, karena memang Dinda anak yang supel sehingga dia punya banyak teman baik cewek maupun cowok. Namun Rani hanya bias mengagumi Dion karena dia ngga berani mengungkapkan perasaannya ke Dion.
Selain dekat dengan Rani, Dinda juga mempunyai dua sahabat lainnya yaitu Ellyn dan Sita.. Tetapi mereka berempat tidak ddekat, hanya Dinda yang dekat dengan Rani,Ellyin,dan Sita. Suatu ketika Dinda melihat Ellyn yang terlihat bahagia sekali setelah pergi beramai ramai dengan Dion, karena penasaran dengan apa yang terjadi pada Ellyn, Dinda pun mencoba mencari tahu.
“hei, lyn… kayaknya kamu lagi seneng banget nih,, ada apa si ? cerita dong,,”
“iyah ni din, aku lagi seneng banget, kamu tau, tadi aku pulang dianter sam Dion,, aku seneng banget din bias berdua sama dia.”
“waw ? kok bisa ? jangan-jangan kamu suka yah sama dia ?”
“ah, kamu,, engga kok, aku seneng aja bisa ngobrol berdua sama Dion”
“kok senengnya sampesegitunya si ? kamu suka ya sama Dion,, ayo ngaku !” (sambil mencubit lengan Ellyn)
“ah,, Dinda apaan si.. engga kok Din,,” (senyum-senyum malu)
“uda,, ngaku aja, sama aku ini.”
“hmmm sebenernya iya sih, aku tuh uda suka lama sama Dion, gk tau kenapa Dion itu keren banget dimata aku.”
“tuh kan.. tebakan aku bener, kamu suka dia.”
“iya Din, tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya.”
“ok.. siap boz.”
Sebenarnya Dian sangat kaget dengan pengakuan Ellyn tadi. Ternyata dua sahabatnya menyukai orang yang sama. Dion. Ya, dua sahabatnya menyukai Dion, cowok yang juga dekat dengan Dinda. Dion memang anak yang ramah, baik, pengertian, bertanggung jawab, supel, tapi Dion juga anak yang jail, iseng, dan perfectsionis. Pantas saja kedua sahabatnya itu menyukai Dion. Dinda pun merasa nyaman jika bersama Dion, karena Dion partner yang enak untuk diskusi atau kelompok. Tapi Dinda benci satu sifat Dion, yaitu Perfectsionis. Semua yang dilakukan Dion harus sempurna, terkadang dia tidak memikirkan orang lain yang penting itu sempurn menurutnya. Tetapi di luar itu, Dion memang cowok yang pantas untuk disukai banyak cewek.
Suatu ketika Dinda sempat berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menyukai Dion. Tapi kedekatannya dengan Dion membuat Dinda terkadang merasa berbeda. Tapi Dion hanya menganggap Dinda sebagai sahabat baiknya, tidak lebih. Bahkan Dion suka bercerita mengenai cewek yang disukainya kepada Dinda. Dinda pun sebagai sahabat yang baik selalu mendengarkan cerita Dion, walaupun terkadang Dinda merasa cemburu, tapi Dion tidak mengetahuinya. Dinda juga selalu mebuang jauh-jauh perasaan yang muncl kepa Dion, setiap ada tunas yang muncul dia selalu memangkasnya sampai akhirnya tunas itu itu tumbuh begitu kuat sampai tidak bias dipangkas lagi. Namun Dinda hanya menyimpannya di dalam hatinya saja.
Cewek yang disukai Dion, tak lain dan tak bukan adala Sita, sahabat Dinda sendiri. Betapa hancur hati Dinda ketika mendengar curahan hati Dion, namun Dinda hanya bisa memendam rasa sakit itu dihatinya. Sebagai sahabat yang baik, Dinda selalu mendukung apa yang dilakukan sahabatnya, walaupun itu menyakitkan untuknya. Dinda selalu mendengarkan cerita Dion tentang Sita, bahkan Dinda selalu mendekatkan Dion dan Sita. Sebenarnya Dinda merasa menjadi cewek yang sangat munafik, dia selalu berkata tidak akan menyukai Dion, karena mereka sahabat namun ternyata hatinya berkata lain, dia menyukai Dion dan rasa suka itu harus dia pendam dihatinya. Dion berencana untuk mengungkapkan perasaannya kepada Sita, dan Dinda pun mendukung apa yang akan dilakukan Dion itu, walau hatinya begitu sakit, tapi yang terpenting bagi Dinda adalah kebahagiaan sahabat-sahabatnya. Dinda juga sebenarnya sudah mengetahui bahwa Sita juga menyukai Dion. Dinda selalu mendukung apa yang dilakukan sahabat-sahabatnya itu.
Suatu sore diruamh Dinda sedang berbincang-bincang dengan Sita
“dinda….. kamu tau, Dion semalem ke rumahku.”
“iya aku tau, Dion memberitahuku rencana itu.”
“jadi Dion sudah menceritakan semuanya ke kamu ?”
“engga. Dia Cuma bilang mau ke kamu kemarin malem,hehhe”
“Din,, kamu tau, semalem Dion ngungkapin perasaannnya ke aku, aku seneng banget. Kamu tau kan kalau aku suka Dion..”
“wahh,,, akhirnya dia ngungkapin juga… terus kamu bilanga apa ?”
“aku bilang aku juga suka sama dia.. heheh”
“wah,,, ada yang jadian nih,,, aahhaha”
“ahha,, apaan sih kamu Din.”
“waaah,, makan-makan yah jangan lupa!
“minta aja sam Dion ”
“ok deh ntar aku yang minta, ahhah”
“Din,, makasih yah kamu selalu ngedukung apa yang aku lakuin, kamu emang shabaat aku yang paling baik.”
“iya , sama-sama. Kita kan best friend . ahah”
“iya din.”
Dinda hanya bisa tersenyum mendengar kabar mengenai Dion dan Sita. Dinda yakin mereka berdua memang pasangan yang cocok dan Dinda jga yakin nantinya mereka bisa menjadi pasangan yang bahagia. Dinda pun terus melanjutkan hidupnya hingga dia berteu dengan pengganti Dion. Rani dan Ellyn juga akhirnya mundur dan membiarkan Dion bahagia bersana Sita, walaupun itu juga menyakitkan buat mereka, tapi itulah hidup, kita harus berani menentukan sebuah pilihan :D, bgitu juga Dion yang akhirnya memilih Sita.
Betapa indahnya persahabatan jika dilandasi dengan rasa kasih sayang yang tulus. Sahabat yang baik adalah sahabat yang bisa selalu mengerti sahabatnya, dan selau memberikan dukungan apa yang dilakukan sahabatnya jika memang dia tahu itu yang terbaik untuk sahabatnya.
#aku pengen bisa jadi sahabat yang baik :)
semoga aku bisa! -ga ada hubungannya sama novelnya,, ahhaha-
Minggu, 18 September 2011
ya ampuuun,, ternyata masi ada diy dalam hidupnya,,, aku baru tau itu,,, betapa bodohnya aku,, terlalu berharap diy cuma buat aku,, tapi ternyata.. masi ada diy yang lain,,
memang kenangan itu ga huat dilupain,, tapi klo kenangan itu akan slalu ada dipikirannya mendingan aku jadi kenangan aja deh -______-
beuh,, capek deh,, mending ga tau apa apa dari pada setelah tau jadi gini,, hupt...
ada seneng pasti ada ga senengnya.. huuhuh
Jumat, 09 September 2011
tiga puluh menit kita disini
tanpa suara
dan aku resah
harus menunggu lama ..
kata darimu
mungkin butuh kursus
merangkai kata,
untuk bicara
dan aku benci
harus jujur padamu,
tentang semua ini
jam dinding pun tertawa,
karna kuhanya diam dan
membisu
ingin kumaki
diriku sendiri, yang tak
berkutik di depanmu
ada yang lain
disenyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak
ada pelangi
di bola matamu
dan memaksa diri
tuk bilang
"aku sayang padamu"
(seakan memaksa dan
terus memaksa)
mungkin sabtu nanti
kuungkap semua,
isi di hati
dan aku benci
harus jujur padamu
tentang semua ini ......
#jambrud -pelangi di matamu-
Jumat, 19 Agustus 2011
apa definisi pria dan wanita yang berhasil?
Pria yang berhasil, adalah dia yang berhasil
mengumpulkan uang lebih banyak
daripada kemampuan istrinya untuk berbelanja.
Wanita yang berhasil, adalah yang berhasil
menemukan pria itu.
Apa? Matre?
Bukan, itu bukan matre.
Wanita harus memastikan anak-anaknya
tumbuh sehat dan terdidik dengan baik,
hidup dalam rumah dan lingkungan yang aman,
dan bersemangat mencapai impian terindah mereka.
Wanita, penghebat kehidupan.
-Mario Teguh-
hmm,, akhir akhir ini aku ngrasa,, hidupku datar,, sepertinya yang aku lakuin itu2 aja,,
gk tau knapa..
tapi ini bukan berarti aku gk bersyukur atas apa yang Allah slalu kasih ke aku,, aku slalu berusaha menerima sgala yang Allah kasih ke aku, entah itu jelek menurutku tapi bagus menurut Allah,ataupon sebaliknya,,
aku hanya merasa yang aku lakukan itu2 aja,,
aku merasa belum menjadi orang yang beruntung, dalam artian hari ini lebih baik dari kemarin,, terkadang hari kemarin justru lebih baik dari hari ini,,
Ya Allah ampunilah hambaMu ini,, tegurlah aku disaat aku mulai berpaling dariMu,, jangan pernah hilangkan ingatanku dariMu ya Rabb,,
dam mudahkanlah aku melakukan semuanya slalu dalam ridhaMu,, amiin,,
tujuan hidupku sekarang adalah melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat,
terutama membahagiakan ibuku,, semoga aku bisa melakukan itu, amiin,
Kamis, 18 Agustus 2011
-dalam diam aku mengagumimu..
-dalam diam aku memperhatikanmu..
-dalam diam aku menyapamu..
-dalam diam aku mengenalmu
-dalam diam aku mengikutimu..
-dalam diam aku mendengarkamu..
-dalam diam aku membantumu..
-dalam diam aku memandangimu..
-dalam diam aku berkhayal tentangmu..
-dalam diam aku mengharapkanmu..
-dalam diam aku menyukaimu..
-dan dalam diam aku menyayangimu....
semuanya hanya dalam diam,, sampai kau pergi jauh dariku untuk selamanya,, hanya dalam diam aku mengenalmu,,
karena hanya dalam diam aku bisa melihatmu tersenyum saat melihatku,,,,, :)
>>> dikutip dari novel yang pernah dibaca.. wkwkwwkw
diam... :)




