Minggu, 24 Juni 2012
Kawan, pernahkah kau merasakan nikmatnya begitu dekat dengan
Allah?
Aku harap iya, kenikmatan yang tiada tara adalah ketika kita
merasa begitu dekat dengan Allah, sungguh, hal itu aku rasakan ketika dipagi
hari, menunggu terbitnya sang mentari, aku sendiri duduk santai didepan kosku
untuk membaca Al-Matsurat. Semilir angin pagi hari yang menyejukkan benar-benar
membuatku merasakan sensasi yang luar biasa. Aku pun baru merasakannya ketika
itu, entah mengapa rasanya begitu berbeda. Aku bisa merasakan kuasaNya yang
luar biasa, saat itu juga aku merasa aku sedang begitu dekat denganNya.
Perlahan sang mentari mulai keluar dari persinggahannya, kebetulan kosku
menghadap tepat kea rah timur, sehingga kau bisa dengan jelas melihat indahnya
mentari dipagi hari. Walaupun hanya didepan kos, Subhanallah, saat itu aku
merasa ada yang berbeda, keindahan yang kulihat berbeda dari biasanya. Luar
biasa seklai pagi itu, ditemani kicauan burung, semilir angin yang menyejukkan
aku melihat keindahan mentari di pagi hari, nikmatNya luar biasa. Subhanallah,
begitu indahnya semua yang Engkau ciptakan ini ya Rabb, begitu menyejukkan mata
dan menentramkan hati. Aku merasa begitu dekat denganNya. Aku berharap bisa
selalu merasakan hal seperti ini, sebenarnya menurutku kuncinya adalah
bersyukur. Dengan bersyukur kita akan selau bisa merasakan kenikmatan yang
Allah berikan, sekecil apapun itu.
“Seseorang yang
bahagia tidaks selalu mendapatkan yang terindah dalam hidupnya, tapi ia selalu
menganggap yang hadir dalam hidupnya adalah hal yang terindah. Jadi, bingkailah
setiap peristiwa dalam hidup kita dengan bingkai kesyukuran, karena dengan
bersyukur semua terasa semakin mudah dan indah.” (my sista endah)
Kawan, pertama kali memndapat sms seperti idu dari sahabatku
mba Endah, hatiku bergetar hebat sekali. Aku merasa begitu buruk, hingga selalu
mengeluh, mengeluh, dan mengeluh akan semua permasalahan yang terjadi padaku.
Aku sadar semua akan mudah tergantung dari bagaimana kita melihat permasalahan
itu. Janganlah melihat sesuatu dengan biasa saja, tapi lihatlah dengan luar
biasa maka hal itu akan mejadi luar biasa pula.
Bersyukur, bersyukur, bersyukur. Hal itu yang bkini terpatri
kuat dalam otakku, aku harus bisa bersyukur dalam hal apapun, apapun yang
terjadi padaku aku harus selalu bisa bersyukur padaNya. Semoga aku tetap bisa
selalu bersyukur. Begitu juga dengan semua orang yang ada disekitarku.. mari
bersyukur ^^
“boleh jadi kamu
membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai
sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak
mengetahui,.”
(Al-Baqarah 216)
(Al-Baqarah 216)
Kawan, taukah, ketika aku membacanya hatiku merasa tertampar
dan tercabik-cabik. Begitu bodohnya aku selalu melihat sesuatu hanya dari sudut
pandangku saja. Aku hanya menilai apa yang aku sukai dan tidak aku sukai adalah
benar untukku. Aku merasa begitu bersalah pada Allah yang selalu memberikan
yang terbaik untukku. Aku selalu mengeluh dan marah ketika apa yang aku
inginkan tak bisa aku raih, aku menganggap Allah jahat padaku. Padahal yang
terjadi justru sebaliknya. Allah selalu memberikan yang terbaik untukku
walaupun pada awalnya aku tak pernah menyadari itu. Semoga Allah mau memaafkan
aku akan semua prasangka burukku terhadapNya.
Allah selalu punya rencana lain dibalik ketidak tercapainya
keinginan kita. Ada rencana yang pasti lebih indah jika kita selalu bersyukur
dan menerima dangan ikhlas semua yang diberikan kepada kita. Keinginan manusia
memang tidak akan pernah habisnya, tapi tak semua itu baik untuk kita, Allah
lah yang lebih mengetahui apa yang baik dan apa yang tidak baik untuk kita.
Alah menyayangi kita dan pasti Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita,
percayalah padaNya.
Ikhlas menerima jika apa yang kita inginkan tidak bisa
terwujud, terus berusaha untuk mewujudkan keinginan lainnya, dan pasti yang
bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang-orang disekitar kita.
Berhusnudzonlah pada rencana Allah. ^^
-masih belajar-
Kawan, bagaimana
kabarnya ? semoga selalu baik dan selalu dalam lindunganNya.
Kawan, taukah
bagaimana rasanya dikritik ?
Tidak menyenangkan bukan ? tapi taukah kawan, orang yang
banyak diberi kritik dan saran dari orang lain adalah orang yang banyak
disayangi orang lain. Kenapa ? karena banyak orang yang menyayangi dia, banyak
orang yang ingin dia menjadi sosok yang lebih baik lagi, banyak orang yang
memperhatikan dan mepedulikannya. Tidak menyenangkan memang ketika kita merasa
sudah melukaukan yang terbaik menurut kita, tapi bukan yang terbaik menurut
mereka. Pandangan orang lain memang berbeda-beda, tetapi ternyata yang orang
lain itu sampaikan kepada kita merupakan cerminan diri kita yang belum bisa
kita lihat sendiri.
Bagaimana kita
menyikapi datangnya kritikan itu ?
Menerima dengan ikhlas apa yang orang lain sampaikan
tersebut, jangn terbawa eosi, terima dulu, cermati dengan baik apa kritikan
itu, kemudian renungkanlah. Kritikan dari orang lain merupakan bahan
instropeksi kita kawan. Terkadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita
lakukan kurang benar, maka dengan datangnya kritikan atau bisa kita sebut
teguran dari Allah lewat tangan manusia harus bisa menjadi sarana pembenahan
diri kita. Tak mudah memang karena biasanya (aku juga mengalami) kita cepat
terbawa emosi dan menolak kritikan itu. Tapi, jika kita memandang sesuatu
dengan sudut pandang yang tak biasa yaitu luar biasa kita akan lebih mudah
untuk menerima segala kritikan itu menjadi sebuah pujian. Anggaplah itu
merupakan bentu kasih saying yang diberikan orang lain kepada kita, karena
tanpa kepedulian mereka kepada kita tak mungkin mereka mau memikirkan kita dan
memberikan kritikan kepada kita. Kuncinya adalah lihatlah sesuatu dari sudut
pandang yang berbada, ambil nilai positifnya, dan bertekadlah untuk merubah
diri menjadi lebih baik lagi, lagi, dan lagi. ^^
-pasca dkritik :)-
tembok yang menghalangi keharmonisan sebuah persahabatan
0 komentar Diposting oleh sheradika_intan di 07.08
Kawan, sungguh aku benci saat-saat seperti ini. Aku benci
pada diriku sendiri yang tak mampu menyelesaikan masalahku sendiri. Aku benci.
Aku merasa bodoh dan tak bisa menjadi Intan yang biasanya.ketika kita tinggal
satu rumah dengan orang yang awalnya tak kita kenal sama sekali. Kemudian 5
bulan lebih kita mencoba mengenal, berbagi cerita, canda dan tawa. Hingga rasa
kekeluargaan kita semakin erat, dan aku semakin menyayanginya. Aku sudah menganggapnya
seperti kakakku sendiri. Dan ketika terjadi masalah, dimana aku tidak tau apa
maslahnya dan aku merasa akulah yang menjadi masalah, rasanya sungguh sakit dan
tembok besar hadir menghalani hubungan diantara kita. Tembok yang entah
darimana asalnya, tapi hadirnya tembok itu sungguh merubah segalanya. Tak ada
lagi canda dan tawa, tak ada lagi tegur sapa diantara kita. Tidak ada. 3 hari
sudah itu semua terjadi padaku. Kakakku diam padaku, entah mengapa. Aku
bingung, aku merasa hari sebelumnya hubungan kami baik-baik saja, dan aku pun
tidak kerasa ada sesuatu yang aku lakukan sampai menyakiti hatinya. Tapi
mengapa tembok itu seolah hadir dan memisahkan kami ? kenapa ?
Sebenarnya ini masalah yang mudah untuk banyak orang, tapi
buatku ini begitu sulit, teramat sangat sulit. Aku tau, cara menyelesaikannya
hanya dengan kita berbicara dari hati ke hati, menanyakan permasalahan yang ada
agar semua menjadi jelas, tapi itu sangat sulit aku lakukan. Aku tak bisa
memulainya. Entah mengapa rasanya begitu berat ketika aku harus menyapanya
melewati tembok besar. Hari pertama tembok itu hadir aku sudah mencoba sebisaku
bersikap biasa, tapi setelah 4 hari sepertinya tembok itu semakin tinggi,
hingga suara yang aku keluarkan tercekat dalam tenggorokan, dan kalaupun bisa
kukeluarkan terpantul oleh tembok itu hingga ia tak mendengarnya.
Kawan, mengapa aku begitu penakut, untuk menyelesaikan
masalah seperti ini saja aku tak mampu. Hanya satu kalimat yang harus aku
keluarkan, “mbak, kok belakangan ini diem terus sama aku, ada masalah apa ? ada
yang hisa diceritain?” ya, cukup kalimat itu saja yang harus aku keluarkan,
tapi aku tak mampu. Aku lebih mampu berbicara didepan dosen dari pada harus
berbicara dengan orang terdekatku tetapi ada tembk besar yang menghalangi.
Astaghfirullah… sepenakut itukah aku? Aku sendiri tak mengerti apa yang
membuatku takut dan sulit untuk memulai pembicaraan,toh tidak akan dihukum jika
aku salah, justru ini harus aku lakukan, tapi rasanya begitu sulit.
Mungkin aku butuh orang ketiga, tapi aku takut itu justru
akan membuatnya semakin diam, dan justru marah padaku. Aku bingung. Sungguh aku
merindukannya, aku sangat merindukannya. Lama aku tak mendengar sapaannya,
suara yang setiap pagi terngiang ditelingaku, sapaan riangnya ketika memanggil
namaku. Aku sudah menganggapnya sebagai ibu, kakak, adik dan sahabat untukku.
Tapi semuanya menghilang sudah 4 hari. Ya Allah, aku bingung, berilah
petunjukMu. Aku ingin keadaanya kembali seperti semula. Hangat, menyenagkan,
penuh canda dan tawa. Ya Allah, cepat perbaiki keharmonisan hubungan kami, aku
mohon. Hanya Engkau yang dapat membantuku. Semoga Engkau cepat memberi petunjuk
padaku agar tembok itu tak semakin tinggi menghalangi keharmonisan hubungan
kami. Aamiin.
Jumat, 08 Juni 2012
Mentari sudah kembali ke tempat persinggahannya berulang
kali, namun aku tetap belum juga bisa menghilangkan rasa ini. Rasa yang dalam
beberapa hari ini sedikit menganggu bahkan mengacaukan pikiranku. Ya, rasa
rinduku pada ibuku. Entah mengapa belakangan ini rasa itu selalu hinggap dalam
hatiku. Sudah kucoba untuk berhubungan dengannya, sekedar bertegu sapa lewat
telepon tak juga bisa menghilangkan rasa rindu itu. Memang, rasa rindu itu
tidak untuk dihilangkan begitu saja, itu merupakan hal yang wajar pada setiap
manusia. Tetapi aku merasa ada yang berbeda pada perasaanku kali ini. Ada hal
yang membuatku takut, aku sendiri tak mengerti apa itu. Aku takut ya Allah, aku
takut. Aku takut tak bisa membahagiakan ibuku, aku takut akku terlambat untuk
sedikit mengukir senyum diwajahnya, aku takut tak bisa lagi bertatap muka dan
melihat wajahnya, aku takut. Ya Allah, yang Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana, bantu aku. Bantu aku untuk bisa sebentar saja membahagiakan ibuku,
untuk mengukir senyum diwajahnya, untuk membuatnya bahagia. Tuntun aku untuk
mewujudkannya ya Rabb. Engkau Maha Segalanya, Engkau Maha Mengetahui apa yang
dimaksud hambaMu ini, hanya kepadaMu aku memohon petunjuk, memohon ridhoMu
untuk bisa membahagiakan ibuku.
Jangan berikan aku perasaan yang semacam ini ya Rabb,
perasaan yang mengganggu pikiranku, perasaan buruk yang mengacaukan segalanya. Berawal
dri mimpi itu, aku menjadi sering berperasaan kurag baik, aku menjadi sering
takut, aku tahu takut merupakan salah satu penyakit hati, dan aku pun tak ingin
memilikinya. Bantu aku menghilangkannya, rubahlah perasaan takut itu menjadi
semangat. Semangat untuk berjuang membahagiakan ibuku, untuk melakukan yang
terbaik dalam hidup ini. Aku tahu, hidupku di dunia ini hanya sebentar, hanya
singgah, dan aku tak ingin hidupku tak berarti dengan tak bisa membahagiakan
orang yang sangat aku sayangi, ibuku. Tegur aku jika aku mulai lalai, tapi
jangan pernah Engkau tinggalkan aku sendiri ya Rabb, jauh dari ibuku, hanya kau
yang aku miliki, hanya kepadamu aku mengadu dan meminta pertolongan.
Ibu, aku nerjanji akan melakukan yang terbaik yang aku bisa
untuk membahagiakanmu ibu, untuk mengukir senyum diwajahmu. Aku berjanji ibu,
aku ingin sekali bisa membahagiakanmu. Membalas sedikit kebaikanmu, walaupun
takkan mungkin bisa aku membalasnya. Ibu, ibu, ibu, aku ingin segera memelukmu,
menciummu, bertatap muka denganmu, semoga aku bisa cepat melakukannya. Aamiin.
Allah Maha Mendengar dan Mengetahui, aku yakin Engakau tahu yang terbaik
untukku.
Bismillah, Allah with me. And all is well.
Rabu, 06 Juni 2012
ibu..
ketika aku menulis ini, air mataku ikut menemani gerakan jemariku di keybord..
satu kata yang ingin kuucap, RINDU. aku merindukanmu ibu, sungguh, gejolak dalam hati ini begitu besar. keinginan untuk segera bertatap muka dengan mu begitu dalam. aku merindukanmu ibu. aku kehilangan sosok mu disini. tak ada lagi yang setiap pagi, memanggil namaku, tak ada lagi yang menyuruhku untuk sekedar mengantar kan makanan ke rumah mbah ati, tak ada lagi yang menyuruhku mencuci piring, tak ada lagi yang membuatkan ku sarapan dan segelas susu di pagi hari, tak ada lagi yang menyediakan makanan kecil ketika ku pulang dari sekolah, tak ada lagi yang menyuruhku menemani Rafi pergi mengaji, tak ada lagi yang membuatkanku bakwan kesukaanku, tak ada lagi yang memarahiku, tak ada yang lagi yang memeberikan nasihat nasihat kecil, tak adalagi yang megomeliku, tak ada lagi yang aku cium tangannya ketika aku meninggalkan rumah, tak ada lagi yang menyuruhku menjemput Tsaqif, tak ada lagi yang membuatkanku teh disaat aku sakit, tak ada lagi yang mematikan lampu kamar tidur, tak ada lagi yang menyuruhku membeli sarapan jika tak memasak, tak ada ibu, tak ada lagi. dan aku sangat merindukan itu semua ibu..
ibu, aku takut tak bisa melihat wajahmu lagi, aku takut tak bisa mendengar suaramu lagi, aku takut ibu,, sungguh rasa takut ini sangat mengusikku, aku rindu melihat senyummu ibu..
ibu, apakah kau juga merindukanku ?
aku harap iya.
ibu, aku tau netapa besar perjuanganmu untukku.
hampir 19 tahun sudah Engkau merawatku, begitu banyak kesalahan yang aku lakukan padamu Ibu, maafkan aku, maafkan aku yang belum bisa membuatmu tersenyum bangga padaku, maafkan aku yang selama ini sering mengecewakanmu, maafkan aku yang selama ini sering membuatmu marah, maafkan aku yang sering mengabaikan nasihatmu, maafkan aku yang tak pernah membahagiakanmu ibu,, maafkan akuu..
ibu,
doakan aku disini, selalu ingatkan aku untuk terus berusaha melakukan yang terbaik. doakan aku bisa menjadi pribadi yang berguna untuk orang lain, pribadi yang berakhlak kharimah, pribadi yang membuat mu bisa tersenyum ibuu...
hanya satu kini keinginan terbesarku ibu, membuatmu selalu tersenyum, aku ingin bisa membahagiakanmu ibu,,
ibu,,
terimakasih selama ini selalu menjagaku, terimakasih selalu ada untukku, terimakasih selalu tau segala yang kubutuhkan, terimakasih slalu memaafkan segala khilafku, terimakasih slalu menyayangiku, terimakasih selalu megingatkanku dan memeberiku nasihat, terimakasih telah menjadi segalanya untukku. aku akan selalu menyayangimu sampai akhir hayatku, aku tau, apapun yang akan aku lakukan tak akan pernah bisa membalas semua tetesan keringatmu. kasihmu sepanjang hayat tak akan perbah bisa kubalas. hanya doa tulusku yang slalu kupanjatkan pada Sang Khalik semoga Allah selalu melindungimu dimanapun engkau berada.
Aku menyeyangimu untuk selamnya ibu...
peluk rinduku hanya untukmu...
i love you ibu... :*
with love,
Intan
Intan
Minggu, 03 Juni 2012
Delapan bulan sudah aku
melewati hari-hariku di Kediri, walaupun aku sering pergi ke Malang untuk
sekedar megikuti seminar ataupun praktikum. Sejujurnya aku ingin pindah di
Malang, karena aku merasa belum bisa mengeksplor kemampuanku disini, hanya
sedikit aktifitas yang dapat kulakukan disini. Aku pun menjadi iri dengan
teman-temanku di Universitas lain yang sibuk dikegoiatan besar. Kegiatanku
disini hanya itu-itu saja, walalupun aku juga mengikuti banyak kegiatan disini, tapi aku merasa kegiatannya masih bersifat local seperti SMA sehingga aku
merasa bosan. Tapi inilah tantangan yang harus kuhadapi dan semoga aku bisa.
Rencananya bulan ini aku
akan pergi ke Bromo, salah satu tempat yang sangat ingin aku kunjungi di Jawa
Timur. Semoga itu tidak hanya sekedar rencana. Aku ingin melihat matahari
terbit disana. Manyenangkan pastinya. Sebentar lagi semester dua akan habis, dan
aku sudah melewati Ujian Tengah Semester, dan bulan depan akan ada Ujian Akhir
Semester. Semoga aku bisa melaluinya dengan baik dan mempertahankan empat
besarku dikelas. Aku ingin sekali membahagiakan ibuku, mungkin selama hidupku
aku belum bisa membuatnya bahagia, dan hanya dengan kabar gembira nilai
baguslah yang bisa membuatnya tersenyum kepadaku. Aku saying ibuku, beliau
begitu baik dan mengerti apa yang aku inginkan. Beliau adalah sosok
inspiratifku, pekerja keras walaupun sifatnya juga keras. Tapi aku mengambil
hikmahnya saja, bahwa dibalik sifatnya yang keras sesungguhnya ia ingin
menjadikan ku sosok yang tangguh dan berkarakter. Aku bangga pada ibuku, beliau
orang yang sangat sibuk diluar, mengajar, berorganisasi itulah kegiatanya. Tapi
ia tak pernah lupa untuk mngurusi urusan rumah tangga nya. Beliau bisa menjadi
wanita karir tapi juga bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk
anak-anaknya. Aku sangat ingin sekali bisa membahagiakannya dan menjadi
kebanggaanya.
Aku mempunya seorang adik
laki-laki yang kini duduk dibangku kelas 7 SMP. Berbeda dengan aku, dia sedikit
manja dan ketergantungan dengan Ibuku, tapi tentu saja dia berkarakter dan
tangguh karena memang seerti itulah didikan Ibuku. Disiplin adalah poin utama
yang selalu Ibu tanamkan pada anak-anaknya. Beliau membebaskan kami tetapi juga
mengharuskan kami untuk bertanggung jawab atas segala apa yang kami lakukan.
Ketika aku sakit, hanya satu nama yang ada diotakku. Ibu. Ya aku sangat
membutuhkan perhatian dan kasih sayangnya ketika aku sakit, hanya dengan
perawatan darinya lah aku bisa cepat sembuh tidak seperti sekarang, hanya Flu
saja aku bisa menghabiskan waktu lebih dari seminggu untuk sembuh.
Ayahku bekerja diBandung,
dan aku sudah terbiasa jarang bertemu dengannya sejak kecil. Aku tidak terlalu
dekat dengannya, berbeda dengan adikku yang selalu melakukan segala
aktovitasnya bersama ayahku. Yang aku yahu ayah orang yang sangat bertanggung
jawab dan pekerja keras. Beliau melakukan apa saja untuk bisa memnuhi kebutuhan
keluargaya. Ayahku hanya lulusan SMA berbeda dengan ibuku yang bisa melanjutkan
sekolahnya hingga jenjang Strata satu. Akuningat betapa kerasnya ayah berjuang
untuk keluarnganya, sampai ia harus bekerja di Bandung dan hanya menjadi
seorang satpam, tapi Alhamdulillah kini ia mendapat kan pekerjan yang lebih
baik dan bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Ayah, maafkan anakmu ini jika
selama ini belum bisa membahagiakanmu, aku menyayangimu ayah..............................
#Part3
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)









