Minggu, 03 Juni 2012
Delapan bulan sudah aku
melewati hari-hariku di Kediri, walaupun aku sering pergi ke Malang untuk
sekedar megikuti seminar ataupun praktikum. Sejujurnya aku ingin pindah di
Malang, karena aku merasa belum bisa mengeksplor kemampuanku disini, hanya
sedikit aktifitas yang dapat kulakukan disini. Aku pun menjadi iri dengan
teman-temanku di Universitas lain yang sibuk dikegoiatan besar. Kegiatanku
disini hanya itu-itu saja, walalupun aku juga mengikuti banyak kegiatan disini, tapi aku merasa kegiatannya masih bersifat local seperti SMA sehingga aku
merasa bosan. Tapi inilah tantangan yang harus kuhadapi dan semoga aku bisa.
Rencananya bulan ini aku
akan pergi ke Bromo, salah satu tempat yang sangat ingin aku kunjungi di Jawa
Timur. Semoga itu tidak hanya sekedar rencana. Aku ingin melihat matahari
terbit disana. Manyenangkan pastinya. Sebentar lagi semester dua akan habis, dan
aku sudah melewati Ujian Tengah Semester, dan bulan depan akan ada Ujian Akhir
Semester. Semoga aku bisa melaluinya dengan baik dan mempertahankan empat
besarku dikelas. Aku ingin sekali membahagiakan ibuku, mungkin selama hidupku
aku belum bisa membuatnya bahagia, dan hanya dengan kabar gembira nilai
baguslah yang bisa membuatnya tersenyum kepadaku. Aku saying ibuku, beliau
begitu baik dan mengerti apa yang aku inginkan. Beliau adalah sosok
inspiratifku, pekerja keras walaupun sifatnya juga keras. Tapi aku mengambil
hikmahnya saja, bahwa dibalik sifatnya yang keras sesungguhnya ia ingin
menjadikan ku sosok yang tangguh dan berkarakter. Aku bangga pada ibuku, beliau
orang yang sangat sibuk diluar, mengajar, berorganisasi itulah kegiatanya. Tapi
ia tak pernah lupa untuk mngurusi urusan rumah tangga nya. Beliau bisa menjadi
wanita karir tapi juga bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk
anak-anaknya. Aku sangat ingin sekali bisa membahagiakannya dan menjadi
kebanggaanya.
Aku mempunya seorang adik
laki-laki yang kini duduk dibangku kelas 7 SMP. Berbeda dengan aku, dia sedikit
manja dan ketergantungan dengan Ibuku, tapi tentu saja dia berkarakter dan
tangguh karena memang seerti itulah didikan Ibuku. Disiplin adalah poin utama
yang selalu Ibu tanamkan pada anak-anaknya. Beliau membebaskan kami tetapi juga
mengharuskan kami untuk bertanggung jawab atas segala apa yang kami lakukan.
Ketika aku sakit, hanya satu nama yang ada diotakku. Ibu. Ya aku sangat
membutuhkan perhatian dan kasih sayangnya ketika aku sakit, hanya dengan
perawatan darinya lah aku bisa cepat sembuh tidak seperti sekarang, hanya Flu
saja aku bisa menghabiskan waktu lebih dari seminggu untuk sembuh.
Ayahku bekerja diBandung,
dan aku sudah terbiasa jarang bertemu dengannya sejak kecil. Aku tidak terlalu
dekat dengannya, berbeda dengan adikku yang selalu melakukan segala
aktovitasnya bersama ayahku. Yang aku yahu ayah orang yang sangat bertanggung
jawab dan pekerja keras. Beliau melakukan apa saja untuk bisa memnuhi kebutuhan
keluargaya. Ayahku hanya lulusan SMA berbeda dengan ibuku yang bisa melanjutkan
sekolahnya hingga jenjang Strata satu. Akuningat betapa kerasnya ayah berjuang
untuk keluarnganya, sampai ia harus bekerja di Bandung dan hanya menjadi
seorang satpam, tapi Alhamdulillah kini ia mendapat kan pekerjan yang lebih
baik dan bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Ayah, maafkan anakmu ini jika
selama ini belum bisa membahagiakanmu, aku menyayangimu ayah..............................
#Part3
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar