Sabtu, 02 Juni 2012

my story :)

Kediri, kota yang sama sekali tak pernah terlintas diotakku akan menjadi tempat tinggal ku dan temptku menghabskan waktuku untuk lima tahun kedepan. Ragu ? itu yang kurasakan ketika aku pertama kali menginjakkan kaki di kota ini. Aku tak pernah menganal kota ini sebelumnya. Semua yang ada disini begitu asing untukku. Tapi, demi menggapai mimpiku menjadi seorang nurse aku harus bisa menyatu dengan kota ini.
Agustus 2011, pertama kalinya aku berda disini. Aku tinggal disebuah rumah yang minimalis dan berada didekat kampusku. Ya.  Kampus.  Akhirnya aku menjadi seorang mahasiswa, setelah perjuanganku untuk mendapatkan universitas, akhirnya aku bisa melanjutkan sekolahku di Universitas Brawijaya, tetapi bukan di Malang, di Kediri lah aku berada. Sejujurnya aku masih ingin meraih mimpiku agar aku bisa bersekolah di Malang, tapi Allah berkehendak lain hingga akhirnya di Kediri lah aku berada. Sulit untukku menerima semua kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Tapi apalah dayaku jika Allah berkehendak lain. Allah punya rencana lain untukku dan aku mencoba untuk menerimanya, karena aku percaya Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya bukan saja apa yang diinginkan.
Aku berpisah dengan semua teman-temanku didaerah asalku Tegal, Jawa Tengah. Sedih ? tentu saja, aku sangat sedih ketika aku harus berjuang seorang diri di tempat yang baru tanpa mengenal satu orangpun sebelumnya. Sangat berbeda dengan teman-temanku yang lainnya yang bisa melanjutkan sekolahnya dengan teman-teman yang lainnya. Aku iri dengan mereka yang masih bisa bersekolah bersama dengan sahabatnya.  Sebegitu bodohnya kah aku hingga hanya aku yang bersekolah ditempat asing seperti ini ?  Hmm semoga saja nantinya aku bisa lebih dari mereka. Aku bisa membuktikan kepada mereka bahwa aku benar-benar sedang berusaha meraih asaku menjadi seorang nurse yang professional. Nantinya, semoga mereka tau aku juga bisa lebih baik dari mereka. Dan aku tak sebodoh yang mereka kira.
Yang membuatku paling sedih adalah ketika aku harus berpisah dengan sahabat-sahabatku sewaktu SMA. Aku menyebutnya DNA CINTA yang terdiri dari 8 orang, 3 laki-laki dan 5 perempuan. Kami begitu dekat, saling mengisi satu dengan yang lainnya, berbagi berbagai rasa dan pengalaman bersama. Ah, betapa menyenangkannya ketika aku membayangkan lagi sosok mereka. Aku rindu. Terutama dengan dua orang anggota DNA CINTA yaitu Tsara dan Anggie. Kami bertiga sudah berteman sejak 4 tahun yang lalu, kami begitu dekat dan akrab, sering manghabiskan waktu bersama dan melakukan hal-hal menyenangkan yang jarang dilakukan oleh orang lain. Kami bertiga berpisah karena Tsara melanjutkan sekolahnya ke Semarang dan Anggie melanjtkan sekolahnya ke Jakarta. Aku selalu berusaha menjaga komunikasi dengan DNA CINTA, sesibuk apapun aku, aku selalu melangkan waktuku untuk hanya bertegur sapa dengan mereka entah lewat handphone atau lewat situs jejaring sosial. Aku sangat menyayangi mereka dan sangat senang bisa menganal mereka hingga aku tak mau persahabtan yang terjalin ini akan retak hanya oleh jarak dan waktu. Aku masih mempunyai mimpi untuk bisa bersahabat dengan mereka sampai aku dewasa nantinya, dan memberitahu anak-anakku kelak bahwa aku mempnya sahabat-sahabat sebaik mereka. Aku akan terus berusaha menjaga hubungan persahabatan ini apapun yang terjadi. Walaupun sekarang mereka sudah sangat sibuk hingga susah untuk aku hubungi tetapi aku takkan pernah lelah mencari cara untuk menyatukan kembali DNA CINTA ketika kami memiliki waktu luang yang sama. Berbagai rencana aku susun untuk membuat acara bersama mereka. Aku ingin menghabiskan waktu bersama mereka walau hanya satu hari.............................................................

#part1

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates