Minggu, 03 Juni 2012
Ulang tahun pertama ku di
kota orang, yang ke 18 tahun aku habiskan waktuku bersama teman-teman baruku.
Aku tinggal satu kos dengan Saqina dan Rani, tapi sebelumnya ada Fiya, namun
dia harus pergi ke malang untuk belajar dan mengikuti SNMPTN lagi. Senang
sekali rasanya saat aku membayangkan lagi hari ulang tahunku yang ke 18 itu,
rasanya bahagia sekali dan takkan terlupa. Aku mendapat pesta kejutan dari
teman-temanku itu, ditambah Rizky, Andri, Dira, dan faishal. Tepat jam 12 malam
di hari jumat itu 30 September mereka ke kosku. Sebelumnya aku dibohongi bhwa
semua teman kosku pulang kamung, dan aku berada dikosan sendirian saat itu.
Namun, betapa terkejutnya aku ketika mendengar ketukan pintu, dan ternyata itu
mereka. Mereka membawakan kue blackforest kesukaanku yang diatasnya tertancap
lilin 18 tahun. Betapa bahagia aku saat itu, aku tidak pernah menyangka akan
mendapatkan kejutan seperti itu. Sungguh tak ada lagi kata yang bisa
kuungkapkan untuk mengekspresikan kebahagiaan itu. Disaat aku jauh dari
keluargu dan sahabat-sahabatku dari Tegal, dikota baru yang menjadi tempat
tinggalku, aku mendapat perhatian besar dari teman-temanku. Pesta kejutan yang
menyanangkan. Kemudian kita bergadang sampai pagi hari, dan tak lupa aku make a
wish ketika meniup lilin bertuliskan angka 18 tahun itu. Aku bahagia sekali.
Keesokan harinya aku
kembali mendapat kejutan, sehabis aku sarapan dan mendi tiba-tiba Rani dan Faishal
mendorongku dan menutup mataku juga mengikat tanganku, aku dituntun untuk
nerjalan0jalan mengitari daerah depan kosku, dan ketika ada sebuah pohon, aku
diikatkan dipohon itu kemudian aku mendapat serangan hantaman telor, tepung,
air dan sebagainya dari teman-temanku yang lain. Pagi itu aku bermandikan air
tepung yang bau karena ditambah dengan telur dan air sabun, sungguh itu hal
gila yang baru aku alami. Aku memberontak tapi hujaman air terus mengguyur
hingga mataku dibuka. Aku melihat kebahagiaan disemua wajah mereka, setelah aku
berhasil meloloskan diri aku berlarian mengejar mereka untuk memluk mereka agar
mereka juga basah sepertiku, menyenangkan sekali saat-saat itu. Tak akan pernah
aku melupakannya.
Dan yang menyenangkan juga
aku mendapat kiriman surat dari DNA CINTA, walaupun umi dan Andi tak
mengirimkannya. Tapi aku cukup bahagia, bisa membaca tulisan tangan mereka yang
memberiku untaian doa indah yang aku harap akan didengar oleh Allah. Aamiin.
Aku tempelkan semua surat dari mereka kedalam karton dan aku tempelkan ditembok
kamarku. Setiap aku akan tidur aku selalu memandang kertas-kertas itu. Betapa
bahagia nya aku mempunya sahabat-sahabat yang begitu baik dan perhatian
kepadaku. Aku saying kalian sahabatku, 30 September 2011 tak akan pernah kulupa.
Namun, seiring berjalannya
waktu perlahan tapi pasti kebahagiaan it uterus memudar, kesibukan kuliah tentu
menjadi penyebabnya. Aku sadar tujuanku berada disini adalah untuk menuntut
ilmu demi meraih asaku menjadi seorang Nurse. Tapi aku meresa sepi dengan
perubahan mereka, aku merasa sendiri. Saqina akhirnya berpacaran dengan Agus,
dan RAni berpacaran dengan Faishal. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu
dengan pasangannya dibandingkan denganku. Aku memakluminya, aku tidak iri soal
ini hanya saja aku merasa risih ketika hubungan itu mengganggu persahabtan kami
dan menimbulkan kesenjangan diantara persahabatan aku, Rani, dan Saqina.
Entahlah apa yang aharus aku lakukan untuk mengembalikan persahabatan yang
terjalin saperti diawal kami bertemu.
Dikelas aku juga memiliki
sahabat dekat, 4 perempuan dan 2 laki-laki. Kami sering menghabiskan waktu
bersama, tapi aku selalu merasa berbeda dan aneh bersama mereka. Terkadang aku
sulit untuk memahami mereka dan mereka pun sulit untuk memahamiku. Terlebih lagi
mereka berdomisili disini sehingga mereka juga punya teman lainnya yang lebih
dekat, tapi aku akan terus mempertahankan pershabatan itu....................
#Part2
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar