Jumat, 08 Juni 2012

ibu ibu ibu

Mentari sudah kembali ke tempat persinggahannya berulang kali, namun aku tetap belum juga bisa menghilangkan rasa ini. Rasa yang dalam beberapa hari ini sedikit menganggu bahkan mengacaukan pikiranku. Ya, rasa rinduku pada ibuku. Entah mengapa belakangan ini rasa itu selalu hinggap dalam hatiku. Sudah kucoba untuk berhubungan dengannya, sekedar bertegu sapa lewat telepon tak juga bisa menghilangkan rasa rindu itu. Memang, rasa rindu itu tidak untuk dihilangkan begitu saja, itu merupakan hal yang wajar pada setiap manusia. Tetapi aku merasa ada yang berbeda pada perasaanku kali ini. Ada hal yang membuatku takut, aku sendiri tak mengerti apa itu. Aku takut ya Allah, aku takut. Aku takut tak bisa membahagiakan ibuku, aku takut akku terlambat untuk sedikit mengukir senyum diwajahnya, aku takut tak bisa lagi bertatap muka dan melihat wajahnya, aku takut. Ya Allah, yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, bantu aku. Bantu aku untuk bisa sebentar saja membahagiakan ibuku, untuk mengukir senyum diwajahnya, untuk membuatnya bahagia. Tuntun aku untuk mewujudkannya ya Rabb. Engkau Maha Segalanya, Engkau Maha Mengetahui apa yang dimaksud hambaMu ini, hanya kepadaMu aku memohon petunjuk, memohon ridhoMu untuk bisa membahagiakan ibuku.

Jangan berikan aku perasaan yang semacam ini ya Rabb, perasaan yang mengganggu pikiranku, perasaan buruk yang mengacaukan segalanya. Berawal dri mimpi itu, aku menjadi sering berperasaan kurag baik, aku menjadi sering takut, aku tahu takut merupakan salah satu penyakit hati, dan aku pun tak ingin memilikinya. Bantu aku menghilangkannya, rubahlah perasaan takut itu menjadi semangat. Semangat untuk berjuang membahagiakan ibuku, untuk melakukan yang terbaik dalam hidup ini. Aku tahu, hidupku di dunia ini hanya sebentar, hanya singgah, dan aku tak ingin hidupku tak berarti dengan tak bisa membahagiakan orang yang sangat aku sayangi, ibuku. Tegur aku jika aku mulai lalai, tapi jangan pernah Engkau tinggalkan aku sendiri ya Rabb, jauh dari ibuku, hanya kau yang aku miliki, hanya kepadamu aku mengadu dan meminta pertolongan.

Ibu, aku nerjanji akan melakukan yang terbaik yang aku bisa untuk membahagiakanmu ibu, untuk mengukir senyum diwajahmu. Aku berjanji ibu, aku ingin sekali bisa membahagiakanmu. Membalas sedikit kebaikanmu, walaupun takkan mungkin bisa aku membalasnya. Ibu, ibu, ibu, aku ingin segera memelukmu, menciummu, bertatap muka denganmu, semoga aku bisa cepat melakukannya. Aamiin. Allah Maha Mendengar dan Mengetahui, aku yakin Engakau tahu yang terbaik untukku.

Bismillah, Allah with me. And all is well.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates